Siap Berangkat ke Leeds?

Menjalani studi jauh dari kampung halaman Indonesia selama setahun atau lebih tentunya memunculkan kecemasan tersendiri, apalagi yang membawa keluarga. Dimana akan tinggal? Di mana anak-anak sekolah? Bisakah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda? Dengan budaya yang berbeda? Dengan iklim yang berbeda? Cocokkah dengan makanan ala barat? Bagaimana jika kita terserang sakit, ke mana harus berobat? Dan mungkin masih banyak lainnya. Tak perlu khawatir, kami yang telah berada di Leeds siap membantu…

Apa yang sebaiknya mengisi koper bawaan kita?
Ketika tanggal keberangkatan dan visa sudah jelas, saatnya kita berkemas-kemas. Tak masalah jika belum memiliki tempat tinggal tetap di Leeds, kita bisa menumpang di akomodasi teman-teman yang menawarkan kamarnya di sini. Itu salah satu keuntungan karena mengurangi repotnya menemui ruangan kosong yang harus kita isi karena mempunyai cukup waktu untuk mempersiapkannya.

Tak perlu membawa banyak baju! Beneran! Datang saat musim gugur di sini cukup membawa jaket yang kita kenakan dan satu cadangan. Pakaian pun cukupi untuk ganti sekitar seminggu saja. Karena toko pakaian di sini banyak yang murah-murah, dan jika tak keberatan memakai barang second banyak charity shop yang bisa dikunjungi dimana mereka menjual berbagai barang dan pakaian yang masih bagus-bagus dan bisa juga dengan merk terkenal namun dengan harga sangat murah. Pengalaman teman-teman akan jadi pengepul jaket di sini, karena saking banyaknya variasi yang disuka.

Jika kita termasuk orang yang agak picky soal makanan, bawalah bumbu-bumbu instan masakan Indonesia yang banyak, juga lauk kering tahan lama seperti abon, kering kentang, bahkan gudeg kalengan kalau mau. Di sini banyak toko India, Pakistan, Cina, Thailand yang menjual bumbu-bumbu Asia, dan menjadi sumber logistik kita ketika persediaan yang kita bawa habis. Kabar gembira untuk pecinta mie instan, karena Indomie menembus pasaran UK. Ada kecap dan saus sambal ABC, tapi tak ada saus tomatnya jadi cukup pakai lokal punya. Sebenarnya tak perlu khawatir soal makanan, karena banyak rekan Indonesia yang membuka jasa katering
dan siap memanjakan lidah Indonesia kita. Selain itu banyak juga restoran halal di sini.

Untuk uang tak perlu juga membawa banyak-banyak, perkirakan cukup cash untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan jika kita juga sudah punya incaran kontrakan rumah siapkan uang deposit dan sewa bulan pertama. Dan simpan uang tersebut terpisah-pisah untuk menjaga resiko koper/tas hilang. Di sini kita bisa menarik uang di ATM lokal dengan biaya administrasi tak terlalu mahal, bisa juga menggunakan kartu kredit yang kita punya untuk bertransaksi. Kartu debit bank dari Indonesia dengan pin 6 digit tak bisa digunakan di kasir karena mesin EDC sini compatible untuk pin 4 digit. Siapkan juga dompet untuk uang recehan karena uang cash UK banyak menggunakan koin.

Kesimpulannya, selain dokumen-dokumen yang kita butuhkan isilah koper kita dengan sedikit pakaian dan perbanyak ransum makanan. Kalau bisa bawa ‘magic com’ juga karena rice cooker yang dijual di sini tidak “magic” seperti Indonesia punya, alias hanya bisa memasak lalu harus dimatikan supaya nasi tidak kering, dan simpan dalam wadah tertutup di kulkas, saat hendak disantap baru panaskan di microwave. Kebiasaan orang lokal sini jika memasak beras dengan direbus dalam panci atau dengan microwave.

Apa yang sebaiknya dilakukan saat awal tiba di Leeds?
Sebelumnya, jika kita memilih penerbangan yang mendarat di airport Manchester dan berencana menuju Leeds dengan kereta ataupun bus belilah tiket secara online karena lebih murah namun dengan memilih jadwal yang fleksibel atau dengan rentang cukup waktu seandainya terjadi delay dan antrian lama di imigrasi. Saat kita sudah sampai di stasiun/terminal Leeds bisa menuju akomodasi dengan naik taksi yang mangkal di depan, sebutkan kode pos tujuan karena di sini itulah yang biasa digunakan sebagai patokan alamat.
Setelah cukup beristirahat dan memulihkan diri dari jet lag, menurut pengalaman teman-teman, secara umum ada list kegiatan yang harus kita lakukan:

  1. Beli nomer lokal, bisa secara kontrak yang lebih murah maupun pay as you go (PAYG). Usahakan yang fleksibel jadi jika ingin mengubah paket data tidak ribet urusannya.
  2. Registrasi di universitas tempat kita akan menempuh studi, buat kartu mahasiswa, minta surat rekomendasi untuk membuka rekening di bank.
  3. Buka rekening di bank lokal, apapun bank pilihan kita. Tak masalah mengisi alamat sementara kita dulu saat mengisi formulir, lalu diubah ketika kita sudah pindah ke rumah sendiri. Butuh waktu beberapa hari menunggu kartu ATM kita datang melalui pos
  4. Mengambil BRP (Biometrics Residence Permit) yang berfungsi sebagai tanda pengenal pendamping paspor kita selama di UK. Kartu ini bisa diambil di lokasi yang sudah teman-teman isi pada saat mengajukan aplikasi visa, yaitu di kampus (bisa sekalian diambil saat registrasi) atau di kantor pos. Kartu ini wajib dibawa juga kita akan bepergian hingga keluar UK dan akan kembali lagi ke UK. Tunjukkan BRP ini kepada petugas imigrasi supaya kita bisa langsung diizinkan masuk tanpa perlu menunjukkan visa lagi.
  5. Cari tempat tinggal yang cocok baik untuk yang single ataupun keluarga, tak perlu buru-buru karena pengalaman banyak teman yang akhirnya pindah-pindah karena ternyata tidak “sreg” dengan yang pertama. Sambil mencari kenali lingkungan mana yang terasa paling nyaman untuk kita. Apakah yang dekat dengan kampus? Tempat ibadah? Rumah makan? Sekolah anak? Yang paling murah? Kita bisa dapatkan dari agen akomodasi ataupun lungsuran teman-teman yang akan pulang ke Indonesia. Diskusikan juga dengan teman-teman yang sudah ada di Leeds untuk mengenal karakteristik rumah di sini, juga tentang tagihan gas, listrik, air, internet, maupun TV jika ingin pasang.
  6. Jika sudah punya alamat tetap dan bagi yang membawa anak usia sekolah, tanyalah City Council untuk mendapatkan list sekolah yang disarankan dekat rumah. Tidak selalu sekolah yang kita mau memiliki kursi kosong, ada kalanya kita harus menyekolahkan anak jauh dari rumah sambil mengantri di sekolah yang lebih dekat.
  7. Daftarkan diri di klinik umum dan klinik gigi terdekat dengan mengisi formulir dan membawa serta paspor dan bukti kita bertempat tinggal di dekat klinik (bisa dari perjanjian kontrak rumah). Untuk yang membawa balita jangan lupa catatan imunisasi selama di Indonesia masuk dalam dokumen yang dibawa, di sini mereka akan mendapatkan imunisasi lanjutan. Karena sudah membayar asuransi kesehatan saat apply visa, maka kita berhak mendapatkan layanan kesehatan secara gratis selama di sini, hanya dewasa yang membayar nominal tertentu saat menebus resep obat di apotek dan periksa di dokter gigi, sedangkan anak-anak gratis semua. Setelah daftar, kita akan mendapatkan surat panggilan untuk imunisasi sebagai pendatang dan juga pemeriksaan TBC, khusus wanita ada pemeriksaan serviks yang disarankan bagi yang sudah menikah. Jika ada yang berencana melahirkan di sini pun tak perlu khawatir karena segala biaya akan digratiskan, hanya pastikan si anak lalu dibuatkan paspor dan apply visa karena jika terjadi masalah kesehatan dan terbukti belum membayar asuransi maka akan dikenakan biaya berobat.

Apa yang bisa kita lakukan setelah settle di minggu-minggu awal?
Nikmati cuaca dan bersihnya udara di Leeds yang mungkin sulit kita temui di kota tempat tinggal kita di Indonesia. Jelajahi kota dengan berjalan kaki maupun menaiki bus (di sini tak ada tram), temui berbagai alternatif toko di mana kita bisa berbelanja bahan makanan dan kebutuhan lainnya. Datangi pasar kota di mana buah sayur segar dijual lebih murah ketimbang di swalayan dan banyak barang-barang second yang bisa menjadi koleksi berharga kita. Lebih jauh lagi, kunjungi car boot untuk mencari perabot yang kita butuhkan mengisi rumah kita sambil menikmati perjalanan menyusuri pinggiran kota. Jangan terpatok yang dekat-dekat tempat tinggal kita saja. Tak kalah penting, silaturahmi ke teman-teman Indonesia yang sudah berada di Leeds. Bisa jadi awal kedatangan di sini cukup menyulitkan, tapi kebersamaan orang Indonesia di Leeds pasti akan membuat kita betah menjalani kewajiban studi maupun memanfaatkan waktu luang untuk menghibur diri.

Jadi, sudah siap berangkat ke Leeds? :)

Ditulis oleh Maudi Fria Andhini, istri Firdaus Hafidz, ibu Azka Syafiq dan Zhafran
Warga Leeds di 29 Westfield Court, LS3 1DL