Menjadi kurir makanan di negeri orang

Sebagai dependant dari istri yg menjadi mahasiswa program master di University of Leeds, saya sejatinya menjadi bapak rumah tangga untuk keluarga kecil kami dengan seorang putri berumur 3 tahun yang sedang dalam masa2 cerewet dan aktif. Istri saya kebetulan mendapat beasiswa LPDP untuk program masternya. Uang beasiswa sebenarnya cukup untuk keluarga kecil kami walaupun agak sulit menabung. Harus pintar mengatur keuangan karena beasiswa turun per 3 bulan. Buat kami yang hobi jajan, mengatur keuangan adalah tantangan tersendiri, terlalu banyak godaan belanja di sini, terutama di tempat favorit kami, yaitu charity shops!.

Memang salah satu solusi adalah mencari pemasukan tambahan selain dari beasiswa. Kadang para mahasiswa mencari pekerjaan saat liburan summer. Banyak pekerjaan yang bisa dilakukan mulai dari jadi asisten event di kampus, pelayan restoran, pelayan toko, hingga ke kurir makanan menggunakan sepeda atau kendaraan lain. Karena saya bukan mahasiswa dan bahasa inggris saya masih medok, jadinya agak sulit mencari pekerjaan. Sudah mencoba apply kesana kemari melalui berbagai macam media online untuk jobseeker, namun belum ada yang berhasil. Akhirnya mencoba apply menjadi kurir makanan di Deliveroo dan UberEats karena kebetulan saya suka bersepeda atau gowes sejak tinggal di Leeds, itu juga karena diajakin teman2 yang emang hobi gowes di Leeds. Proses pendaftaran di Deliveroo dan UberEats sangat mudah karena tinggal mengisi formulir secara online langsung di website masing2, dengan menyiapkan semua data pribadi dan data akun bank untuk keperluan pembayaran. Diperlukan juga upload dokumen2 seperti passport, visa dan BRP. Sebelumnya saya juga sudah mengurus National Insurance Number (NIN) yg memang dibutuhkan untuk segala macam pekerjaan. Untuk apply NIN juga cukup mudah, tinggal telpon city council ke bagian yg ngurus NIN trus nanti akan ditanya data diri, lalu mereka akan mengirimkan formulir yg harus diisi dan dikirimkan kembali. Beberapa minggu kemudian akan dikirimkan surat NIN yg nomernya bisa digunakan untuk proses melamar pekerjaan di mana pun. Makanya sebaiknya untuk teman2 mahasiswa maupun dependant, segera lah mendaftarkan NIN agar tidak ribet di kemudian hari bila ternyata dibutuhkan. Karena kadang untuk jadi volunteer yg dapat kompensasi ditanyakan NIN juga.

Kembali ke proses pendaftaran Deliveroo dan UberEats tadi, setelah menunggu hampir sebulan, alhamdulillah saya dapat email bahwa saya lolos seleksi ke babak berikutnya. Biasanya yg memakan waktu adalah di proses pengecekan background. Mungkin mereka butuh kroscek sana sini, memastikan bahwa data kita valid dan eligible untuk bisa kerja di UK. Dan itu pun utk bisa jadi rider di Deliveroo maupun UberEats ternyata harus eligible utk kerja hingga 40 jam per minggu. Ada teman saya yg mahasiswa mencoba untuk apply ke Deliveroo dan UberEats ternyata ga bisa karena permit kerjanya hanya 20 jam per minggu. Mungkin juga karena shift di Deliveroo dan UberEats bisa mencapai di atas 20 jam per minggu. Saya pernah diceritain sama rekan Deliveroo saat rame dan kebetulan mereka selo banget, bisa ngambil sampe 80 jam per minggu, sangat sadis dan bisa dapet penghasilan ribuan pon. Makanya yg bisa kerja di Deliveroo dan UberEats mungkin yg non mahasiswa atau dependant. Alternatif untuk para mahasiswa ya masih banyak kerjaan part time seperti yg saya sebutkan sebelumnya.

Setelah dapat email konfirmasi lolos, lalu lanjut ke proses selanjutnya ada semacam dokumen online yg harus kita sign langsung di layar. Lalu untuk Deliveroo dapat konfirmasi jadwal untuk Taster Session, semacam pengenalan langsung di jalan tentang pekerjaan ini. Jadi nanti ada rider Deliveroo senior yg akan memandu beberapa orang, diharuskan datang membawa sepeda lengkap dengan helm dan bike light. Ketemuan di pusat kota, karena saya di Leeds, titik kumpul di City Square depan Queens Hotel dekat stasiun. Kebetulan yg jadi rider trainer adalah Sebastian (Seb), rider Deliveroo yg sering nongol di iklan2 Deliveroo. Awalnya dia menjelaskan tentang teknis penggunaan apps Deliveroo Android maupun Apple. Lalu langsung menunjukkan proses kerjanya yg sederhana, yaitu login saat shift, lalu menunggu orderan masuk, trus accept, apps akan menunjukkan resto yg akan dituju utk take order. Saat itu, kami harus langsung mengikuti Seb mengambil orderan di resto My Thai di jalan York Place, kira2 650m dari city square. Lalu setelah orderan diambil dan konfirm di apps, akan muncul alamat person yg order. Lalu kami mengikuti Seb lagi ke apartemen di daerah City Side, kurang lebih 1km dari resto. Setelah sampai di lokasi, konfirm di apps dan bisa kontak person yg bersangkutan utk ambil ordernya di bawah atau kita yg naik ke atas ke flat-nya langsung, tergantung ‘note’ yg diminta klien.

Setelah menunjukkan keseluruhan cara kerjanya, Seb mengatakan kami (saat itu ada empat orang termasuk saya) tidak ada masalah dan akan dimasukkan ke proses selanjutnya, yaitu jadwal pengambilan kits. Taster session yg cukup melelahkan bagi saya karena hari itu paginya saya habis gowes solo ke Ilkley’s Moor sekitar 50km pp, jadi tenaga saya sudah agak terkuras. Beberapa hari kemudian dapet email lagi untuk booking jadwal pengambilan kits. Tempat pengambilan yaitu di Big Yellow Self Storage Self storage facility 1 Gelderd Rd, Leeds, Yorkshire LS12 6HL. Disarankan membawa smartphone dan sepeda bila ingin mengambil model box yg ditaruh di rak sepeda. Saya kebetulan tetap pake sepeda untuk ambil box model backpack. Kit yg didapat yaitu jaket dan celana waterproof, jersey sepeda, kaos, thermal box kecil dan besar, smartphone holder, dan battery pack (powerbank). Semua kit itu sangat berguna untuk menunjang proses pekerjaan ini meskipun tidak dikasi gratis, namun dalam bentuk ‘deposit tidak langsung’ senilai £120, jadi dipotong beberapa kali dari fee yg diterima setiap 2 minggu. Nantinya bila tidak dibutuhkan lagi bisa dikembalikan dan uang deposit akan dikembalikan sesuai kit yg balik. Seperti saya saat mau balik ke tanah air, deposit kit tidak kembali utuh karena saya berniat menyimpan kaos untuk kenang2an dan powerbank. Setelah proses pengambilan kit tersebut, besoknya dapet email untuk atur schedule shift, diarahkan ke app Staffomatic. Minggu2 awal saya cuma dikasi 2 jadwal tetap yaitu Selasa dan Sabtu jam 19.00-23.00. Shift yg menurut saya pas karena pagi sampe sore saya harus menjaga dan mengurus anak selama istri kuliah. Lalu kita juga masih bisa apply untuk shift tambahan. Caranya kita milih jadwal2 yg kita inginkan yg masih ada slot rider. Jika slot rider penuh kita tetap bisa apply namun akan masuk daftar antri/tunggu, yg biasanya jarang dapat. Kemungkinan besar dapat shift tambahan yaitu di shift yg masih ada slot kosong. Itu lah menurut saya salah 1 keunggulan Deliveroo daripada UberEtas, yaitu Deliveroo membatasi sejumlah driver dalam 1 waktu, sehingga menjamin orderan yg muncul bisa terbagi merata di antara rider. Sedangkan di UberEats karena tanpa model shift dan bisa sewaktu2 On atau Off, jadi bisa sangat banyak rider yg muncul dalam satu waktu sehingga membuat orderan per rider bisa kurang atau malah ga dapat sama sekali. Di UberEats juga saingan rider mulai dari sepeda, motor, dan mobil. Jadi kemungkinan dapet orderan memang lebih kecil daripada Deliveroo. Untuk fee juga terdapat perbedaan antara Deliveroo dan UberEats. Sistem fee Deliveroo untuk rider pemula menggunakan hitungan £6/jam dan £1/order. Rata2 saya bisa mengambil order sekitar 2-3 per jam, jd bisa dapet sekitar £8-9 per jam. Cukup lumayan untuk tambahan biaya hidup bila bisa dapet shift sekitar 20jam per minggu, bisa dapet sekitar £160-180 per minggu, sebulan bisa buat bayar sewa rumah kami £500/bulan. Setelah beberapa waktu berjalan Deliveroo akan menawarkan sistem fee baru yaitu £4/order tanpa hitungan jam. Bila dibandingkan dengan fee awal bila dapet 2 order per jam dapetnya sama yaitu £8, namun akan sangat menguntungkan bila dapet order di atas itu, yaitu utk 3 order per jam (fee lama cuma dapat £9 sedangkan fee baru dapet £12), dan untuk 4 order perbandingannya jadi £10 dan £16. Makanya ditawarkan untuk rider yg udah dapat pengalaman cukup agar bisa mengejar order di atas 2 per jam. Saya kemarin karena sebentar lagi akan pulang jadi tetap pake sistem fee lama aja biar ga ribet. Untuk sistem fee UberEats agak lebih kompleks, yaitu £2.10 per pickup/ambil order, £1.10 per drop off/antar order, dan £1.60 per mile, minimum dapet £4, jadi kalau pun anter di bawah 1 mil tetap dapet minimum £4 per order. Itu masih dipotong fee utk Uber yaitu 30% utk sepeda dan 25% utk kendaraan motor atau mobil. Jadi minimum dapet per order £4-30%=£2.80. Saya biasanya dapat di atas itu karena pas jam2 tertentu terutama saat makan siang atau makan malam farenya jadi 1.5x. Pernah saya sekali orderan karena cukup jauh bisa dapet sampe £17. Memang UberEats fee-nya cukup menggiurkan, namun orderan tidak sebanyak Deliveroo karena kadang terlalu banyak rider dalam 1 waktu. Kemudian, juga UberEats biasanya lebih melelahkan karena area yg dicover bisa 1 kota tanpa batasan max jarak dari resto. Klo Deliveroo dibagi menjadi bbrp wilayah, seperti di Leeds saya seringnya di area City Center dan Headingley, dan ada max jarak dari resto utk pelanggan yg order, kyknya sekitar 3 mil gitu. Untuk UberEats sendiri karena di atas belum diceritakan proses apply-nya, tidak jauh berbeda dengan Deliveroo, hanya saja setelah selesai proses pendaftaran online dan upload berkas2, beberapa saat kemudian dijadwalkan untuk datang Onboarding ke Unit 81, Burley Road, Leeds LS4 2PU. Di lokasi tersebut langsung dikasi pengarahan tentang UberEats dan aplikasinya, lalu dikasi kit pendukung juga, tidak sebanyak Deliveroo tapi sangat membantu juga, yaitu jaket waterproof, thermal box kecil dan besar, smartphone holder, dan battery pack (powerbank). Sama seperti Deliveroo, semua kit tersebut tidak diberikan gratis, tapi ‘deposit tidak langsung’ senilai £40 yang dipotong beberapa kali dari fee yg diterima tiap minggu. Jauh lebih murah daripada jumlah deposit kit Deliveroo.

Contoh invoice penghasilan yang diperoleh (picture displayed at discretion of the writer)
Contoh invoice penghasilan yang diperoleh (picture displayed at discretion of the writer)

Ohya, bersepeda di Leeds, punya tantangan tersendiri. Siap2 dengan cuaca yang bisa berubah empat kali dalam sehari. Bisa jadi pada saat mau berangkat kerja cuaca mendung, sehingga pake jaket anti air, ternyata ketika bekerja, jadi sangat panas, atau sebaliknya. Siap2 salah kostum he he…(ato cuacanya yang salah ya?). Pernah pas shift saya cuaca lagi jelek, angin sangat kencang, bersepeda sampai hampir jatuh karena ketiup angin. Pernah juga pas hujan deras. Tapi justru saat-saat cuaca tidak baik, orderan semakin banyak, karena orang-orang pada males keluar beli makan.

Siap beraksi!
Siap beraksi!

Begitu lah sedikit cerita pengalaman saya mencari rezeki di negeri orang, di UK melalui Deliveroo dan UberEats. Selain pengalaman dan tambahan pendapatan, efek samping lainnya adalah berat badan bisa berkurang (haha!), dan kerasa lebih fit karena kerja sekalian olahraga bersepeda. Ini mungkin pengalaman pertama bagi teman2 Indonesia di Leeds, bekerja sebagai kurir makanan seperti saya. Karena itu lah saya diminta teman2 PPI untuk share cerita pengalaman tentang pekerjaan di Deliveroo dan UberEats. Semoga pengalaman saya bisa memberi gambaran salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan di Leeds.

Maturnuwun

Oleh: Daeng Adityatama Nugraha