Cara mendaftarkan sekolah untuk anak (dan apa saja persiapannya)

Membawa serta anak pindah ke luar negeri pastinya kepikiran tentang sekolah. Gimana caranya daftarin anak buat sekolah atau lanjut sekolah? Sebelum menjawab, saya mau sampaikan bahwa Anda beruntung bisa melanjutkan pendidikan di UK, khususnya di Leeds karena untuk urusan sekolah, boleh dibilang relatif mudah dan ekonomis (banget!).

Sistem pendidikan di UK dibagi menjadi 5 (lima) tahap, yaitu: early years, primary, secondary, further education (FE), dan higher education (HE). Info lebih lengkap tentang sistem pendidikan di UK bisa langsung baca di dokumen resminya.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum Anda buru-buru mendaftarkan anak ke sekolah dan tentunya ini berbeda dengan konsep pendidikan di Indonesia yang masih terus berkembang.
Salah satunya adalah tentang komitmen. Mau tidak mau, suka tidak suka, begitu nama anak Anda terdaftar sebagai murid di sekolah, maka anak Anda langsung dilindungi oleh undang-undang yang berlaku. Ada kewajiban yang harus dipenuhi sebagai orang tua, misal: orang tua sanggup untuk mengantar dan menjemput anak sekolah setiap hari (kecuali hari libur) terutama untuk anak usia tertentu, menjadi partner sekolah dalam mendidik dan menjamin masa depan anak (hal ini menegaskan bahwa orang tua tidak bisa sepenuhnya menyerahkan pendidikan anak ke sekolah). Ortu hanya boleh mengajak anak liburan saat hari libur. Kalau tiba-tiba anak tidak masuk sekolah dan tidak ada izin, pihak sekolah akan langsung menghubungi via telepon untuk menanyakan statusnya, jika ortu kedapatan lalai maka akan dianggap menghalangi kemajuan pendidikan anak dan akan dikenakan denda.
“Kok segitunya sih?” Nah, waktu itu saya juga heran, itu baru beberapa aturan dasar saja, tapi setelah kita memahami sistem pendidikan di UK dan bagaimana pemerintah UK ini memberikan fasilitas yang luar biasa dalam hal pendidikan, maka kita akan maklum jika aturannya dibuat sangat ketat. Meskipun demikian, tetap ada bagian-bagian yang bisa dikompromikan, misal: masalah jemput anak, kalau kita sedang berhalangan atau terpaksa tidak bisa menjemput, kita bisa minta tolong teman untuk jemput tapi sebelumnya identitas teman kita harus didaftarkan dulu ke pihak sekolah, ini demi keamanan si anak juga.
Pemerintah Inggris menggratiskan biaya sekolah dan menjamin gizi anak sekolah untuk tetap baik. Setiap hari, anak bisa dapat sarapan gratis di sekolah (asal mau bangun lebih pagi dan datang lebih awal), wajib minum susu dan makan buah (disediakan) dikenal dengan istilah “fruit and milk time”, makan siang juga disediakan oleh sekolah, tersedia menu halal dan vegetarian. Jika akan membawa makan siang sendiri, maka sebelumnya ortu harus lapor dan jatah makan siangnya akan dicabut. Terkadang untuk beberapa kegiatan masih tetap diperlukan sumbangan dari ortu, tapi tetap diusahakan nilainya sangat kecil dan tidak memberatkan.
Apapun aturannya, yang namanya pendidikan harus terus dilanjutkan, resikonya tidak sebanding kalau anak kita tidak lanjut sekolah. Lagipula kapan lagi bisa merasakan pendidikan di negara yang sudah dianggap maju, ditambah dengan berbagai fasilitas yang gratis pula!

Usia sekolah

Sebelum mulai mencari sekolah, sebaiknya kita paham dulu tentang alur jenjang pendidikan di UK. Ini bekal jawaban kalau tiba-tiba kita ditanya “What year?” :)
Di UK, seorang anak sudah bisa masuk sekolah sejak usia 3 (tiga) tahun di Primary School, syaratnya sudah harus lepas pa*pers, alias sudah bisa mengenali tanda-tanda alami dirinya sendiri.
“Jadi jenjang pendidikan apa yang sesuai dengan usia anak saya?” Silakan langsung disimak tabel berikut ini:

Rentang usia (tahun) Kategori usia Jenjang pendidikan
3 – 4 Nursery  Primary School
5 – 7 atau 8
(infant)
Key Stage-1 (KS-1)
terdiri dari:
Year-1 dan Year-2
7 – 11 atau 12
(junior)
Key Stage-2 (KS-2)
terdiri dari:
Year-3, Year-4, Year-5, dan Year-6
11 – 13 atau 14 Key Stage-3 (KS-3)
terdiri dari:
Year-7, Year-8, Year-9
Secondary School
14 – 16 Key Stage-4 (KS-4)
terdiri dari:
Year-10 dan Year-11
16 – 18 Key Stage-5 (KS-5)
terdiri dari:
Year-12 dan Year-13

Mencari sekolah “terbaik” di Leeds

Sebagai ortu pasti akan merasa senang dan bangga kalau anaknya bisa masuk ke sekolah terbaik, “the best” dan nomer satu di Leeds :) Nah sayangnya, di sini tidak ada hal semacam itu *jreeng!* Semua sekolah didesain untuk memiliki standar kualitas yang sama, yang berbeda hanya alamat sekolah, kepala sekolah dan guru-gurunya.
Jadi, sekolah yang terbaik untuk anak adalah sekolah yang terbaik juga untuk keluarga, yaitu yang dekat dengan lokasi tempat tinggal. Di laman City Council sudah tersedia fitur untuk mencari sekolah di Leeds.

Cara mendaftar sekolah

Ada 2 (dua) cara untuk mendaftar sekolah, dan saya sempat pakai kedua jalur itu, nanti akan saya ceritakan kenapa kok harus pakai kedua jalur itu, padahal satu jalur pun juga bisa.
Jalur pertama adalah melalui City Council, lembaga inilah yang mengatur hampir segala hal yang berkaitan dengan kependudukan sesuai wilayahnya masing-masing, ibarat Pemkot/Pemda kalau di Indonesia. Pendaftaran untuk jalur pertama ini dilakukan via online, jika ingin mendaftar untuk tahun ajaran berikutnya (n+1), pendaftaran online akan dibuka mulai tanggal 1 November tahun berjalan (n) sampai 15 Januari tahun berikutnya (n+1), misalnya untuk tahun ajaran 2018 maka sistem online akan dibuka tanggal 1 November 2017 sd. 15 Januari 2018, pengumuman di pertengahan bulan April 2018, dan kegiatan sekolah dimulai bulan September 2018. Jeda antara pengumuman sd. dimulainya kegiatan sekolah dipakai untuk mengalokasikan pendaftar yang masuk dalam waiting list.
“Terus gimana kalo kita pengennya begitu dateng langsung daftarin sekolah anak?” Tetap bisa, nanti kita bisa pakai cara manual, yaitu download formulir pendaftaran dari web City Council kemudian setelah form diisi langsung dikirimkan kembali ke City Council via pos atau diantar langsung. Berikutnya tunggu balasan surat dari City Council tentang keputusan lokasi sekolah anak kita. Kalau ternyata anak kita tidak bisa masuk ke sekolah yang terdekat, City Council akan merekomendasikan beberapa sekolah untuk kita pilih, tentunya kita jadi harus mempertimbangkan transport (ingat kewajiban antar jemput). Jika ternyata jarak sekolah terlalu jauh dari tempat tinggal, kita bisa mengajukan bantuan pendanaan transport atau langganan bus sekolah.
“Apa saja dokumen persyaratan untuk mendaftar sekolah?” Cukup fotokopi paspor, BRP, birth certificate dan foto. “Apakah perlu surat pengantar dari sekolah asal di Indonesia? Tidak perlu, waktu itu kami pun sudah memiliki surat pengantar tapi ternyata tidak diperlukan.
Mulanya kami menjalani proses pendaftaran via online karena di bbrp sekolah terdekat tidak tersedia kursi kosong, dan setelah menunggu bbrp hari, kami mendapatkan surat balasan berupa 3 (tiga) nama sekolah yang memiliki kursi kosong namun semuanya jauh dari lokasi tempat tinggal. Berhubung kami butuh, maka untuk sementara waktu kami rela menempuh jarak yang jauh sambil tetap berusaha mencari sekolah yang dekat dengan cara pendaftaran yang kedua berikut ini.
Jalur kedua adalah dengan cara datang langsung ke sekolah yang kita pilih, tentunya yang terdekat dengan tempat tinggal, dan langsung menanyakan apakah ada kursi kosong. Jika ada, maka sekolah akan langsung memberikan formulir pendaftaran, yang ternyata sama persis dengan yang di-download dari website City Council. Pihak sekolah akan langsung menyebutkan kapan anak kita bisa mulai sekolah. Setelah form diisi, nanti pihak sekolah yang akan mengirimkan form tersebut ke City Council. Waktu itu kami mendapatkan info ada kursi kosong di sekolah terdekat setelah anak kami bersekolah selama hampir 4 bulan. Hampir 2 minggu sekali saya sengaja menanyakan apakah ada kursi kosong buat anak saya, melalui telepon dan datang langsung.
Proses perpindahan juga cukup mudah, saya cukup menyampaikan ke sekolah yang lama bahwa anak saya sudah diterima di tempat yang baru, yaitu Rosebank Primary School dan juga menyebutkan tanggal mulai masuk. Tanggapan mereka: “Thank you for letting us know, we will send your child’s record including your child’s progress to Rosebank.”. Setelah itu saya tidak perlu melakukan proses administrasi apapun, sangat mudah.
Untuk mendapatkan info terbaru silakan klik: Panduan pendaftaran sekolah via web City Council.

Seragam sekolah

Sekolah tidak memberikan aturan baku tentang seragam, yang penting anak nyaman untuk bersekolah di setiap musim. Jadi setelah saya mengamati, ternyata ada berbagai macam seragam sekolah yang apabila dipakai nantinya akan jadi tidak seragam.. Lho..?
Sekolah hanya menyarankan untuk beli seragam di pasar, dan ternyata memang banyak sekali toko yang menjual baju seragam yang tidak seragam itu. Sejauh yang saya amati, ada 5 macam baju seragam untuk perempuan (karena anak saya perempuan): pertama, kemeja putih dan celana panjang warna bebas asal gelap (bisa jadi abu2 atau hitam), untuk anak perempuan boleh pakai rok atau boleh celana panjang; kedua, kemeja putih bisa diganti juga dengan kemeja warna biru muda (tergantung credo sekolah); ketiga, kemeja putih/biru muda ditutup dengan jumper/sweater (warna menyesuaikan anjuran dari sekolah); keempat, baju summer berupa rok terusan warna biru muda motif kotak-kotak kecil-kecil; kelima, pinafore warna abu-abu dengan kemeja. Yang membuatnya tidak seragam adalah karena tidak ada aturan khusus seragam apa dipakai di hari kapan, yang penting anak nyaman dan orang tua juga tidak terlalu repot mengikuti jadwal seragam sekolah anak, apalagi sampai mendadak harus mencuci baju demi anak tetap bisa seragam dengan yang lain. Di sinilah seragam yang tidak seragam itu terjadi..
Oiya satu lagi, seragam olah raga.. cukup t-shirt dan celana training warna gelap.

Uang saku

Anak-anak tidak perlu membawa uang saku karena memang tidak diperlukan. Kantin sekolah tidak menjual makanan/minuman, mereka hanya menyajikan makan siang gratis. Menjadi orang tua di sini tidak akan stress memikirkan uang saku/jajan untuk anak karena semua sudah disediakan.

Ada PR nggak?

Kalau PR masih ada, tapi PR hanya diberikan di hari Jumat dan dikumpulkan hari Rabu minggu depannya, itupun hanya satu macam. PR yang diberikan, meskipun mudah, wajib diselesaikan bersama2 dengan ortu karena anak2 selalu didorong supaya memberikan hasil ekstra di setiap PR yang dikerjakan. Di sinilah peran ortu diperlukan. Misalnya, jika anak diberi PR sepuluh butir soal matematika, maka si anak bisa menambahkan beberapa butir soal sendiri dengan meminta soal dari seluruh anggota keluarganya dan kemudian diselesaikan sendiri. Contoh lainnya, saat anak harus mencari fakta tentang suatu hal (bisa tentang hewan, pahlawan/orang terkenal, budaya, dll) melalui internet, anak bisa menambahkan kalimat berupa komentarnya sendiri tentang ketertarikannya pada suatu hal atau mungkin menempelkan gambar yang dibuat sendiri sesuai temanya. Di Rosebank, setiap minggu dipilih 2 (dua) anak di setiap kelas untuk mendapatkan predikat “Homework Star” atas effort yang diberikan. PR yang lain adalah membaca buku. Setiap anak akan diukur kemampuan membacanya dan akan diberikan buku sebagai PR membaca sesuai dengan levelnya. Minimal mereka wajib membaca selama 3 (tiga) kali dalam seminggu dan orang tua wajib berdialog dengan anak tentang isi buku tersebut. Ortu diberikan panduan oleh sekolah untuk bisa menjalankan dialog ini. Setiap buku yang dibaca akan dicatat dalam “Reading Record” dan akan di”setor”kan ke guru sambil diberikan pertanyaan ringan untuk memastikan bahwa anak memahami isi bukunya.

Nah, ternyata mendaftarkan sekolah untuk anak tidak sulit bukan? Semoga artikel ini bisa menjawab kegalauan, dan saya menyampaikan selamat “berpetualang” bersama keluarga, mendampingi anak belajar itu hal yang menyenangkan :)

Ditulis oleh:
Guntur PK, suami dari Angelina PK, ayah dari Gendis PK dan Arjuna PK