Bersiaplah Sebelum Dingin Menerpa

Oleh: Namira Nainggolan

Kenakan Pakaian Berlapis
Mayoritas perkuliahan dimulai saat September mendekati akhirnya. Ketika itu pula Leeds sedang dibalut musim gugur. Cuaca berubah setiap harinya bahkan tak jarang setiap jamnya. Hujan di Leeds memang tak mengguyur deras seperti hujan yang kita kenal di Indonesia, tapi perpaduan hujan dan angin di sini pasti membuat siapa saja yang berasal dari negara tropis meringkuk dalam.
Hari ini matahari menyinari terang tapi suhu udara tidak lebih tinggi dari 18°, baju tetap harus berlapis, karena badan masih belum terbiasa. Autumn musim yang indah, tapi jelas bukan sambutan yang akrab bagi kita yang terbiasa dengan panasnya tanah air.
Setelah bertanya sana-sini, mencari informasi, dan tentunya beradaptasi dengan cuaca di jantung daerah West Yorkshire ini, jawaban yang pasti adalah pakaian merupakan kunci dari semua masalah suhu udara di sini. Jaket windbreaker dan waterproof jelas bukan sesuatu yang bisa ditawar. Ada baiknya dibawa langsung dari Indonesia, sehingga di hari-hari awal kedatangan setidaknya kita sudah punya lapisan terluar yang bisa diandalkan.
Di sini pun tersedia jaket yang 3-in-1, sehingga memiliki tiga lapis yang bisa dipakai bersamaan atau dilepas per bagian sesuai kebutuhan saat itu. Walau harganya yang terbilang mahal, namun jika memang dibutuhkan sebaiknya bisa dipertimbangkan dalam daftar belanjaan. Lapisannya sendiri terdiri dari fleece, windbreaker dan waterproof.
Banyak diskon juga yang tersedia salah satunya di toko perlengkapan olahraga paling terkenal se-antero Leeds yakni “Sports Direct”. Beberapa jaket fungsional lainnya juga bisa ditemukan di charity shop yang biasanya masih bagus dengan harga yang sangat miring. Jadi, apabila berbicara pilihan tentu tidak akan jadi masalah, kita masih tetap bisa gaya meski suhu udara tak lagi ramah.
Untuk gambaran, suhu udara selama autumn berkisar di antara 21° hingga -1° dengan kecepatan angin yang bahkan bisa menembus 45-55 km/jam. Sedangkan untuk musim dingin yang akan berlangsung sepanjang Desember 2017-Februari 2018 diperkirakan rata-rata akan berada di suhu 1° – 7° dengan daylight yang berkisar 8-10 jam dalam sehari. Ini tentu harus diantisipasi dengan pilihan pakaian yang benar. Yang pasti, jaket sebagai lapisan terluar tidak bisa disepelekan dan harus jadi prioritas.
Apalagi sebagian besar mahasiswa di Leeds biasanya berjalan kaki untuk beraktivitas sehari-hari. Kota yang “hilly” dan angin yang berhembus kencang bukan hal yang dekat dengan keseharian kita. Perubahan yang dirasa jelas drastic, tapi ketika kita siap dengan perlengkapan yang ada, pada akhirnya kita akan mampu melaluinya dengan baik.
Selain jaket sebagai lapisan terluar, peranan penting lainnya juga dipegang oleh lapisan terdalam yang bersentuhan langsung dengan kulit. Thermal atau long john pasti sudah tidak asing di telinga dan merupakan item yang harus masuk jadi list teratas barang bawaan saat kita packing. Walau mudah ditemukan di Indonesia namun ada beberapa pilihan yang cukup membingungkan.
Kembalilah pada pertanyaan sejauh apa diri sendiri mampu bertahan dengan suhu dingin. Kalau memang tidak menyukai atau malah bermasalah dengan udara bersuhu rendah sebaiknya membeli thermal yang extra warm. Namun jika pun memang terbiasa dengan suhu dingin ada baiknya memiliki kedua pilihan, light warm dan extra warm. Untuk yang light warm bisa digunakan di saat autumn rasa winter atau yang bersuhu di bawah 5°, sedangkan yang extra warm bisa dijadikan bekal menyambut musim dingin di penghujung tahun.
Kalau nantinya merasa kurang, salah satu toko alternatif untuk membeli thermal dengan harga terjangkau adalah di Primark. Jadi kalau memang bagasi sudah terlampau penuh dengan rendang dan ikan teri, tidak masalah membeli di sini. Setelahnya, bisa ditumpuk dengan sweater atau kaos berlengan panjang untuk hari-hari yang bermatahari atau kecepatan angin yang normal, tapi jika harus berhadapan dengan hari yang mendung dan berangin, tambahan jaket berbahan fleece sebelum outer jacket harus dipertimbangkan.

Kenali Daya Tahan Diri
Tidak hanya perkara pakaian, sepatu juga memegang peran vital dalam menghalau dingin yang mengigit di Leeds. Pastikan sepatu yang dibawa nyaman untuk diajak berjalan sepanjang hari, sol yang tebal dan bagian dalam yang empuk adalah kewajiban. Begitu juga dengan kaos kaki, sebaiknya memiliki yang tebal. Tidak mesti yang berbahan wool, bahkan kata mereka yang sudah berpengalaman, sebaiknya memilih kaos kaki tebal berbahan polyester.
Secara pribadi, sneakers atau sport shoes adalah pilihan terbaik untuk menghadapi tanjakan dan turunan di Leeds sekaligus penghangat kaki dari angin yang menerpa. Tapi bagi yang masih nyaman mengenakan flat shoes juga tidak masalah. Untuk boots sendiri selagi masih autumn biasanya boots berhak masih nyaman dikenakan, namun jika sudah memasuki musim dingin sebaiknya mengganti dengan boots dengan tapak yang kokoh dan bergigi untuk menghindari licinnya jalanan.
Kondisi cuaca yang kerap berubah-ubah memaksa kita membiasakan diri untuk menyempatkan mengecek ramalan cuaca. Aplikasi weather yang tersedia di smartphone sudah cukup akurat untuk dijadikan acuan. Selain melihat prediksi suhu udara, jangan lupa juga memperhatikan kecepatan angin, dan ramalan cuaca. Sehingga kita akan tahu kapan harus memakai jaket hujan, membawa payung atau malah menambahkan topi dan syal sebagai aksesoris pelengkap.
Meski masih autumn terkadang ada malam yang bersuhu di bawah 0° atau bahkan terasa seperti minus. Artinya jika memiliki rencana untuk pergi keluar rumah sebaiknya persiapkan layering outfit lengkap dengan syal dan sarung tangan. Lebih baik berjaga-jaga daripada pulang dengan demam yang menyerang.
Salah satu alasan kenapa sebaiknya mengenakan pakaian berlapis adalah dengan mempertimbangkan kondisi ruangan di Leeds terutama di ruangan-ruangan kampus yang semuanya menggunakan heater. Sehingga jika sudah di dalam ruangan kita bisa melepaskan lapisan-lapisan luar seperti jaket dan fleece. Karena tentunya suhu di luar dan dalam ruangan akan sangat berbeda, jika tidak mengenakan pakaian berlapis akan menimbulkan kesulitan bagi kita sendiri.
Terkadang perbedaan daya tahan satu orang dan yang lainnya membuat pakaian yang dikenakan pun cenderung berbeda. Terlihat dari lapisan pakaian yang dikenakan, namun bukan berarti hal tersebut dijadikan patokan dalam memilih pakaian yang hendak dipakai. Bahkan tidak ada salahnya membalurkan minyak kayu putih sebelum keluar rumah. Lakukan apapun yang bisa membuat diri sendiri hangat. Tidak perlu mempertimbangkan bagaimana orang lain terlihat, karena jika dingin sudah menyapa, jangan sampai penyesalan yang menjemput. – NDN