Mitos dan Fakta seputar Disertasi

Di masa-masa menulis atau bahkan sebelum menulis disertasi, kamu akan dengar banyak “katanya begini…, katanya begitu…”. Nah, mana aja yang pernah kamu dengar dan ada apa di balik kalimat tersebut?

“Oke, setelah saya punya bahan yang cukup, saya akan mulai nulis”

Semuanya pasti pernah googling di Google Scholar dan library website, dimana kita menemukan banyak sekali artikel yang semuanya seakan relevan untuk disertasi kita. Rasanya kita baru percaya diri untuk nulis setelah baca cukup artikel. Tapi percayalah, mencapai kata “cukup” tidak akan pernah selesai. Informasi dan artikel baru akan muncul setiap hari. Tipsnya, kalau kita sudah berulang kali membaca hal yang sama, biasanya itu tanda bahwa kita sudah mencapai saturation, cukup sudah desk research kita. Hal yang penting adalah memulainya, karena seketika kita memulai menulis, ide yang dituangkan dalam kata akan membimbing kita ke ide lain dan dari titik tersebut, kita bisa memulai pencarian referensi yang baru.

 

 “Nulis disertasi bikin naik berat badan”

Ini benar-benar tergantung pribadi masing-masing. Biasanya ini terkait dengan stress dan coping mechanism setiap individu bisa berbeda; ada yang suka makan kalau stress atau justru tidak nafsu makan. Kalau kamu golongan pertama yang suka ngemil dan makin banyak ngemil saat stress, coba ganti cemilannya dengan makanan yang sehat seperti buah-buahan. Selain itu, pastikan kamu makan makanan yang berenergi supaya tidak gampang lapar.

 

“Habis nonton Stranger Things ini, pasti lebih lancar nulisnya”

Oh, hati-hati, procrastination kills! Menunda-nunda tiada ada baiknya. Seperti kata om Bimbo dalam satu lagu mereka “berbuat baik janganlah ditunda-tunda”, menulis juga tidak boleh ditunda-tunda. Jadikan gimmick seperti menonton film ini sebagai reward dan bukan sebagai prasyarat. Bukannya lancar menulis, 90% yang terjadi justru kita disibukkan dengan episode-episode selanjutnya dari film tersebut. Buat perjanjian dengan diri sendiri misalnya “setelah 1,000 kata berkualitas hari ini, saya boleh menonton 2 episode”.

 

“Harus nunggu feedback supervisor dulu sebelum mulai nulis bab selanjutnya”

Jangan jadikan feedback sebagai penghalang kamu untuk meneruskan perjalanan penulisan. Baiknya kamu tetap terus menulis sehingga supervisor bisa menerima bahan yang baru seselesainya mereka memeriksa bab yang sebelumnya. Lagipula, supervisor mungkin tidak bisa memberikan feedback dalam 1 – 2 hari.

 

“Pasti dilulusin kan udah nulis sebanyak ini dan udah bayar mahal kuliahnya”

Sudah pasti yang satu ini mitos. Setiap universitas pasti memiliki standar masing-masing dimana mereka akan memastikan kualitas lulusan mereka sesuai dengan standar tersebut. Bangun komunikasi yang baik dengan supervisor dan coba lihat referensi dari beberapa disertasi yang lampau supaya kamu bisa membandingkan tulisan kamu dengan yang lain.

 

Finding research saya beda sama temuan yang sudah ada, pasti riset saya gagal!”

Berbeda bukan berarti salah. Dengan memastikan bahwa teori yang kamu pakai sudah sesuai, metodologi yang diterapkan juga susah tepat, perbedaan ini justru bisa memperkaya pengetahuan. Kalau hasil temuan kamu beda dengan yang sudah ada, ini kesempatan kamu untuk memberikan penjelasan atas pertanyaan “Why?”. Terutama dengan riset yang ada hubungannya dengan pengetahuan sosial, sangat memungkinkan ada perubahan dari waktu ke waktu, atau dari satu region ke region yang lain. Intinya, jangan panik dan merasa gagal ketika temuan kita berbeda.

 

Oleh:
Triana R. Hadiprawoto